Yuk Mengenal Mesin Wankel Lebih Jauh

Sejarah mesin Wankel

Selain mesin pembakaran internal (internal engine combustion) biasa yang kita pakai sehari – hari saat ini, ada satu tipe mesin pembakaran lagi yang bisa dibilang cukup revolusioner, yaitu mesin rotary atau lebih dikenal dengan nama mesin Wankel seperti nama penemunya. Silahkan baca artikel ini untuk mengenal mesin ini lebih jauh.

Dikutip dari theautochannel.com (04/07/2004), mesin Wankel dikembangkan oleh penemu asal Jerman yang bernama Felix  Heinrich Wankel, dimulai dengan gambar dan prototip pada tahun 1920an. Paten pertamanya untuk mesin piston rotary keluar dan disetujui pada tahun 1936. Tapi baru pada tahun 1950an, ketika Wankel mulai berkolaborasi dengan produsen mobil dan motor Jerman yang bernama NSU, bahwa rotary Wankel mulai dikembangkan sampai benar-benar dapat digunakan di dalam kendaraan bermotor.

Bagaimana mesin bekerja?

Mesin Wankel beroperasi pada siklus empat fasa yang sama seperti mesin pembakaran internal lainnya, yaitu pemasukan bahan bakar dan udara, kompresi, pengapian, dan pembuangan. Tidak seperti mesin piston, tapi sama dengan turbin gas, setiap fase terjadi di area mesin yang berbeda. Poros output berputar pada tiga kali laju rotor, dan ada satu pulsa pengapian untuk setiap putaran poros output. Bentuk mesinnya juga berbentuk oval dimana bagian rotor bergerak  melewati fase seperti mesin 4 langkah lainnya.

Keunggulan mesin Wankel

Keunggulan utama mesin Wankel adalah ukuran, kesederhanaan, dan kehalusan.getaran mesin.Wankel rotor tunggal memiliki dua bagian yang bergerak – rotor dan poros engkol. Tambahkan satu rotor lagi, seperti pada kebanyakan rotary Mazda, dan masih ada tiga bagian utama yang bergerak. Mesin Wankel juga tidak ada  katup seperti mesin konvesional lainnya.  Tidak ada massa reciprocating (seperti piston dan connecting rods pada mesin piston), sehingga Wankel memiliki getaran yang sangat sedikit. Dan rasio 3: 1 antara poros output dan piston berarti kecepatan putaran piston tidak semaksimal mungkin – ketika mesin RX-8 mencapai redline pada 9.000 rpm, piston hanya berputar pada 3.000 rpm. Juga mesin Wankel hanya mempunyai part bergerak yang lebih sedikit dibanding mesin lainnya.

Kekurangan mesin Wankel

Seperti dikutip dari carthrottle.com (23/01/2016), bentuk ruang bakar yang panjang dan sempit, Wankel kurang efisien dibanding mesin piston empat tak biasa. Konsumsi bahan bakarnya tinggi, terutama pada mesin yang kurang canggih. Selain itu, tingkat low thermal efficiency mengakibatkan sisa pembakaran tertahan di lubang pembuangan karena bentuk unik dari mesin itu sendiri. Kadang, oli mesin juga ikut terbakar karena ada oli yang ikut terbakar waktu di injeksi di lubang pemasukan. Yang paling utama adalah soal emisi gas buang. Dimana mesin Wankel tidak mampu mencapai kategori peraturan soal emisi Euro 5 sehingga akan sia – sia bila tetap dijual.

Kendaraan bermotor yang memakai mesin Wankel

Mobil bertenaga Wankel pertama adalah sedan eksperimental NSU yang dibangun pada akhir 1950-an dan awal 1960an. Mobil bertenaga produksi Wankel pertama adalah NSU Spider, dibangun dari tahun 1964 sampai 1967. Mobil ini berukuran dua tempat duduk kecil dengan mesin 500 cc single-rotor yang menghasilkan 50 tenaga kuda. Itu diikuti pada tahun 1968 oleh NSU R080, sedan empat pintu dengan mesin twin-rotor yang pada dasarnya merupakan versi dua kali mesin Spider.

General Motors membangun beberapa prototip Corvette dua dan empat rotor bermesin pertengahan di awal 1970an dan diberi nama Corvette Zingray, yang direncanakan sebagai pengganti tipe Stingray. Mercedes-Benz membangun sejumlah mobil konsep dan prototip selama tahun 60-an dan tahun 70an, yang diberi nama model C111. Tercatat Mazda juga memakai mesin ini dengan nama Mazda Cosmo dan menjual mobil dengan mesin ini entah berbentuk pickup kecil, bus kecil atau yang paling terkenal dengan tipe RX seriesnya yang terakhir dijual di tahun 2003 yaitu RX 8. Tercatat juga nama – nama besar pabrikan seperti Citroen dengan nama Citroen GS Birotor, Audi dengan Audi 100 C2 Wankel atau Suzuki yang memasangnya di sepeda motor tipe Hercules W 2000.

Sejak pabrikan NSU diambil alih oleh Volkswagen Group di tahun 1970an, VW mencoba mengembangkan mesin ini dalam bentuk lain. Yaitu dicoba di mobil listrik bernama Audi A1 e-tron yang digerakkan oleh dynamo listrik berkekuatan 75kw di roda depan dan baterai yang bisa diisi ulang oleh mesin Wankel  berkekuatan 15kw di bagasi belakang. Rencananya mobil ini akan dijual di tahun 2015 tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan lagi dari program ini.

 

Sumber :

theautochannel.com/news/2004/07/04/202357

carthrottle.com/post/engineering-explained-why-the-rotary-engine-had-to-die

Sumber foto :

images.cdn.circlesix.co/image/1/1000/0/uploads/posts/2016/10/7747981f8091ae09d8171b00e0896b1c.jpg

 

Berlangganan_Berita