Bayaran Lorenzo di Ducati Belum Sepadan dengan Prestasinya

Suzuki Siap Rekrut Lorenzo untuk Gantikan Iannone? 

Buruknya prestasi Jorge Lorenzo pada dua seri yang telah diselesaikan musim ini dengan hanya meraup 1 point serta kegagalannya musim lalu untuk memenuhi ekspektasi Ducati yang telah membayarnya dengan nilai sangat tinggi yaitu senilai 12 juta Euro per musim tentunya akan mempengaruhi nilai kontrak dan pendapatannya per musim depan jika pebalap asal Mallorca tersebut ingin bertahan bersama tim merah yang berbasis di Bologna Italia itu.

Seperti telah diketahui, alih-alih bisa menjadi pebalap andalan Ducati sejak awal musim lalu untuk meraih sejumlah kemenangan sebagaimana saat tampil bersama Yamaha, Lorenzo justeru tertinggal dari rekan setimnya Andrea Dovizioso yang sejak kedatangan Lorenzo kian termotivasi dan membuahkan 6 kemenangan yang membawanya menjadi runner-up juara dunia musim lalu.

Bak pinang dibelah dua dengan Ducati, Suzuki yang mendatangkan Andrea Iannone untuk menjadi suksesor Maverick Vinales yang pada 2016 sukses mempersembahkan 1 kemenangan dan sejumlah podium untuk tim pabrikan Hamamatsu itu juga gagal beradaptasi dan bahkan tampil lebih buruk dari Lorenzo karena ia sama sekali gagal mempersembahkan satu podium pun bagi Suzuki dan hanya menempati posisi ke-13 di akhir musim.

Padahal Iannone juga diharapkan untuk menjadi pebalap utama Suzuki seperti halnya Lorenzo.

Sementara itu, setelah menyelesaikan dua seri musim ini, Suzuki justeru memperoleh podium pertama mereka sejak 2016 dari Alex Rins.

Buruknya performa Iannone sepanjang musim lalu ini juga telah membuat legenda Suzuki MotoGP Kevin Schwatz angkat bicara dan meminta mantan timnya untuk memecat Iannone akhir musim lalu sebagaimana langkah yang diambil Aprilia kepada Sam Lowes.

Jadi menjadi hal yang masuk akal bila Iannone belum juga bisa memuaskan Suzuki pada beberapa seri kedepan, maka kemungkinan besar ia akan didepak di akhir musim nanti.

Pertanyaannya: Siapa kira-kira pebalap yang pantas untuk menggantikan Iannone?

Dikutip dari Motorsport  pada Rabu (11/4/2018), melihat karakteristik motor Suzuki GSX-RR yang lebih cocok dengan gaya membalap Lorenzo serta tidak serumit motor Desmosedici milik Ducati, maka Lorenzo menjadi kandidat potensial bagi Suzuki dan dengan buruknya performanya bersama Ducati tentu akan membuat Suzuki memiliki bargaining power  yang lebih kuat untuk bernegosiasi soal nilai kontrak dan bayaran Lorenzo per musimnya.

Well … Tiga seri kedepan akan menjadi seri-seri krusial bagi masa depan karier Lorenzo dan Iannone. We’ll see …

image: GP-inside
		
Berlangganan_Berita

 

Comments are closed.