Avanza Xenia Akan Distop Produksinya?

Duet kembar kelas Low MPV yang merajai dari tahun 2004 yaitu Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia sejak awal tahun 2018 mulai terdesak oleh pesaing keluaran Mitsubishi yaitu Xpander. Belum selesai gempuran dari Xpander, Wuling juga mulai menggedor pasaran dengan produk Confero dan Cortez yang dari harga berhimpitan dengan Avanza Xenia. Terus, upaya apa dari duet kembar tadi untuk bertahan dari gempuran pesaingnya? Berikut kisahnya.

Tanda – tanda digerusnya penjualan duet kembar tadi, seperti dikutip dari toyota.astra.co.id, bisa dilihat dari berbagai faktor sebagai berikut :

  • Produk Avanza dan Xenia bukan menjadi pilihan utama bagi pembeli pemula (first buyer) yang ingin membeli mobil baru untuk keluarga mereka. Pilihan bagi para first buyer tadi diarahkan untuk membeli produk kembar juga yaitu Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Dengan harga mulai 108jutaan (Sigra), pembeli pemula sudah merasakan mobil baru dan dapat mengangkut 7 penumpang dan dengan berbagai tipe yang ditawarkan, pembeli bisa memilih dari fitur dan kelengkapan sampai transmisi otomatis.
  • Harga dan Fitur. Harga terendah dari Avanza yaitu tipe E sebesar 190jutaan, terpaut tidak banyak dengan Mitsubishi Xpander tipe terendah, yaitu sebesar 197jutaan, tetapi dengan mesin 1500cc dibanding Avanza 1300cc. Soal fitur? Pabrikan Mitsubishi melengkapi model Xpander dengan fitur terkini dan melimpah yang tidak bisa ditemui di Avanza.
  • Model dan Segmentasi pasar. Xpander sendiri keluar dengan tagline “Your Next Generation MPV”, Xpander dibuat dengan model fascia depan mengacu ke SUV terlaris mereka yaitu Pajero. Dengan ground clearance tinggi, Xpander ingin menjawab bahwa mobil mereka bisa melalui jalanan rusak dengan nyaman dan dengan model gagah seperti SUV, mereka ingin memposisikan bahwa model kekinian sebuah MPV trennya bergeser kearah model SUV. Hal ini juga diakui oleh para petinggi Toyota dan Daihatsu bahwa kedepan segementasi pasar akan berubah dan tidak terkonsentrasi seperti sekarang.
  • Peluncuran jagoan baru dari Toyota dan Daihatsu. Menarik melihat respon cepat dari kedua APM tadi terhadap Xpander. Di bulan Desember 2017, mereka langsung meluncurkan Low SUV produk kembar mereka yang berubah total modelnya sejak dari tahun 2008 tidak pernah berubah model yaitu Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Yang mengejutkan adalah, harga yang dipatok untuk produk baru ini, ternyata harganya lebih murah dibanding produk lama mereka. Dari positioning harga, Daihatsu Terios bisa diperoleh mulai dari 197jutaan yang berarti berbenturan langsung harganya dengan Xpander dan produk dari sesame pabrik yaitu Avanza. Soal model, dengan bentuk stylish, fitur berlimpah seperti saingannya, mengesankan mobil SUV modern dan tetap bisa mengangkut 7 penumpang.

Melihat positioning harga, fitur yang ditawarkan serta model terbaru, tidak heran produk Rush dan Terios diburu konsumen dan menimbulkan inden yang cukup panjang. Jelas, bila ingin mendapatkan model terbaru, 7 seater dan harga yang mirip – mirip, tidak heran produk Avanza dan Xenia mulai ditinggalkan oleh konsumen. Bagaimana dengan produk terbaru dari Avanza dan Xenia? Melihat positioning harga yang ada sekarang, sepertinya sulit Avanza dan Xenia mengeluarkan produk terbaru mereka. Bila produk terbarunya diposisikan dengan harga yang lebih murah lagi, produk mereka tidak bisa bersaing dengan Xpander, malah akan memakan produksi sejenis di kelas berbeda yaitu Calya dan Sigra. Dugaan terbaik adalah, produk Calya Sigra ini akan naik kelas dan mengisi posisi Avanza dan Xenia. Dilematis? Memang betul.  Bagaimana menurut anda?

 

Sumber :

toyota.astra.co.id/press-room/press-release/all-new-rush-mulai-diserahkan-ke-pelanggan-harga-ditetapkan-sama-dengan-model-sebelumnya

 

Berlangganan