Analisa Tabrakan VR46 Dan MM93 Di MotoGP Argentina, Begini Penjelasannya Dari Sudut Sains

Perhelatan balapan MotoGP seri Argentina menyuguhkan drama yang menarik sepanjang seri MotoGP. Diawali kesibukan pergantian ban di paddock, jatuhnya Dani Pedrosa di lap pertama serta mogoknya motor Marq Marques sehingga didorong , adu salip dan akhirnya tabrakan dengan Valentino Rossi. Bagaimana tabrakan tersebut bisa terjadi? Ternyata semua bisa dijelaskan dari sisi sains. Berikut kisahnya.

Dikutip dari laman driver61.com (April 2018), sesuai hukum Newton 1 yaitu Bunyi Hukum Newton 1 : “Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap“. Sederhananya sebuah benda bergerak akan terus mempertahankan pergerakannya. Ini juga disebut dengan Inersia atau kelembamam.

Apa hubungannya dengan judul diatas? Bila melihat gambar diatas, terlihat bahwa gambar tersebut menunjukkan para pembalap yang melewati sebuah tikungan.  Di titik braking point, para pembalap sudah bersiap menekan atau menginjak rem untuk mengurangi kecepatan. Kemudian memasuki titik belok dan masuk ke apex sisi dalam dan keluar dari tikungan. Inilah jalur ideal di sebuah balapan. Tetapi kita tahu semua, kedua pembalap adalah pembalap nekat, tidak boleh ada sisi yang kosong akan coba melewati pembalap lain.

Di gambar kedua di atas, terlihat VR46 agak sedikit terlambat mengerem sehingga posisinya melebar dari sisi dalam tikungan dan mencoba berbelok ke dalam tikungan. MM93 yang melihat ada celah kosong di sisi kanan atau sisi dalam tikungan mencoba masuk dengan harapan VR46 akan mengoreksi jalurnya setelah MM93 masuk di tikungan.  Yang terjadi adalah VR46 tidak mengoreksi jalurnya dan tidak mengetahui MM93 masuk disisi kanannya, MM93 terlambat mengerem ketika dia melihat VR46 berusaha mengoreksi jalurnya dan menekuk setang motor ke kanan dan senggolan pun terjadi.

Sesuai dengan hokum Newton diatas, setiap benda bergerak akan terus bergerak sesuai gerakannya, maka walau motor MM93 sudah direm, tetapi ada gaya Inersia yang terus mendorong motor MM93 walau rem depan sudah terkunci dan setang dikoreksi arahnya.

Jadi dari kasus tabrakan ini, terlihat jelas, ada hokum gerak Newton yang terjadi dan biasa terjadi baik di sirkuit balapan atau jalan raya biasa. Bila di mobil roda 4 pergerakan tadi bisa dikoreksi dengan bantuan rem dan sistem VSC (Vehicle Stability Control), mobil tidak jatuh karena beroda empat. Sementara motor bisa jatuh akibat hanya beroda dua dan masalah keseimbangan.

 

Sumber :

driver61.com/uni/racing-line/

Image :

crash.net/sites/default//files/styles/article/public/image_importer/MotoGP/gg718091.jpg?itok=xSrm8iY2

 

Berlangganan_Berita